UJI AKTIVITAS SARI BUAH LEUNCA (Solanum nigrum L.) TERHADAP JUMLAH ERITROSIT, KADAR HEMOGLOBIN DAN NILAI HEMATOKRIT PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR SPRAGUE DAWLEY

Rika Meidiana Maharani, Moerfiah Moerfiah, Ismanto Ismanto

Abstract


Leunca yang memiliki nama latin Solanum nigrum L. merupakan tanaman dari famili Solanaceae yang berasal dari Asia Barat yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Leunca memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu alkaloid, saponin, tannin, dan flavonoid. Leunca juga mengandung kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A dan C. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas dan penggunaan konsentrasi yang tepat sari buah leunca dan terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit terhadap tikus putih jantan galur Sprague dawley sebanyak 16 ekor. Hewan dikelompokkan secara acak menjadi 4 kelompok perlakuan, setiap kelompok perlakuan terdiri dari 4 ekor sebagai ulangan. Kontrol negatif hanya diberi aquadest; (P1) sari buah leunca 40%; ((P2) sari buah leunca 50%; dan (P3) sari buah leunca 50%. Perlakuan diberikan sebanyak 3mL selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sari buah leunca yang paling efektif terhadap peningkatan jumlah eritrosit yaitu konsentrasi 60% dengan lamanya pemberian selama 14 hari, sedangkan untuk kadar hemoglobin pada konsentrasi 60% dengan lamanya waktu pemberian selama 21 hari, dan untuk nilai hematokrit pada konsentrasi 40% dengan lamanya waktu pemberian 21 hari.

Full Text:

PDF

References


Aboderin, F.I., & Oyetayo, V.O., 2006, Haematological studies of Rats Fed Different Doses of Probiotic, Lactobacillus plantarum, Isolated from fermenting corn slurry. Pakstan J of Nutrition, 5:102-105.

Akin-Osanaiye, B. C., A.J.Nok, E. Amlabu, E. Haruna, 2015. Assessment of Changed in Serum Haematological Parameters in the Plasmodium berghei Infected Albino Mice Treated with Neem (Azadirachta indica) Extracts. International Journal of Chemical and Biomolecular Science. 1(3): 148-152 Baihaqi, Ahmad., dkk. 2017. Tanaman Obat dan Satwa Liar. Biodiversity Warriors Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia: Jakarta.

Bakta, M. (2001). Hematologi Klinik Ringkas. UPT Universitas Undayana. Denpasar.

Etim, N.N., M.E. Williams, U. Akpabio, E.E.A. Offiong, 2014. Haematological Parameters and Factors Affecting Their Values. Agricultural Science. 2(1): 37-47.

Frandson, R.D., 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Ganong, F.W. 2001. Fisiologi Kedokteran. Alih Bahasa: H. M. Djauhari Widjajakusuma. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Ganong, F.W. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 17. Jakarta : EGC Penerbit Buku Kedokteran. hlm. 478-480.

Gogoi, P dan M. Islam. 2012. Phytochemical screening of Solanum nigrum L and S. myriacanthus Dunal from Districts of Upper Assam, India. IOSR. 2(3)-455- 459. http://www.iosrphr.org/papers/v2i3/S023455459.pdf. Diakses Pada Tanggal 18 Desember, 2017 Pada Pukul 10:28 WIB.

Hoffbrand, A. V, dan JE Pettit. 1996. Kapita Selekta Hematologi Ed ke-2. Iyan D, penerjemah. Jakarta: EGC. Kurnia, K. 2007. Leunca Sebagai Obat dan Alat Kontrasepsi. https://abumie.wordpress.com/2007/06/26/leunca-sebagai-obat-dan-alat-kontrasepsi/. Diakses pada tanggal 26 Januari 2018 Pada Pukul 20.25 WIB.

Schalm, O.W., E.J. Carrol, and N.C. Join. 1975. Phisiology Properties of Celular and Chemical Constituens of Blood. In Dukes Physiology of Domestic Animals. Swenson, M.J. (Ed.). Cornell University Press, Ithaca. Sianturi, S.,Masitta T dan Emita S. 2012. Pengaruh Buah Terong Belanda (Solanum betaceum C.) Terhadap Jumlah Eritrosit dan Kadar Hemoglobin Mwncit Jantan (Mus musculus L.) Anemia Strain DDW Melalui Induksi Natrium Nitrit (NaNO3). Universitas Sumatra. https://media.neliti.com. Diakses pada tanggal 26 Januari 2018 Pada Pukul 19.25 WIB.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.