EFEKTIFITAS KOMBINASI KIAMBANG (Salvinia adnata Desv.) DAN KAYU APU (Pistia stratiotes L.) DALAM FITOREMEDIASI LOGAM KADMIUM (Cd) DI PERAIRAN

Nilna Kamala, Sata Yoshida Srie Rahayu, Ismanto Ismanto

Abstract


Meningkatnya kebutuhan air telah banyak menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Kadmium (Cd) adalah elemen toksik yang dapat menurunkan keseimbangan ekologi dan kelangusngan hidup organisme yang ada di perairan. Salah satu tanaman air yang dapat digunakan sebagai agen fitoremediasi adalah Pistia stratiotes L. dan Salvinia adnata Desv. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu kontrol (tanpa tanaman), 50 gram P.stratiotes dan 150 gram S.adnata (P1), 100 gram P.stratiotes dan 100 gram S.adnata (P2), dan 50 gram P.stratiotes dan 50 gram S.adnata (P3). Konsentrasi Cd pada semua perlakuan yaitu 1 ppm. Konsentrasi Cd dalam air tersisa 0,15 ppm, hal ini diikuti dengan meningkatkan konsentrasi Cd pada organ tanaman, akumulasi Cd lebih banyak terdapat pada organ akar dibandingkan organ daun. Cd yang terkandung dalam organ tanaman mempengaruhi struktur morfologi dan anatomi tanaman namun tidak mempengaruhi berat besah tanaman. Nilai Faktor transfer pada semua perlakuan >20 sehingga kedua tanaman merupakan tanaman hiperakumulator.

Full Text:

PDF

References


Chaney RL et al. 1995. Potential use of metal hyperaccumulators. Mining Environ Manag 3: 9-11.

DEEDI [Departement of Employment, Economic Development and Innovation]. 2010. Bog moss Mayaca fluviatilis Aubl. Queensland government. North Queensland.

Eaton, A.D; S.C. Lenore; W.R. Eugene; E.G. Arnold; H.F Mary. 2005. Standard Methods for the Examination of Water & Wastewater: Centennial Edition. 21st Edition. American Public Health Association, American Water Works Association, Association and Water Pollution Control Federation. Washington DC.Hidayat, B. 2011. Screening Tumbuhan Air Hiperakumulator. Disertasi Program Doktor Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.

Fuad, M. T; Aunurohim; Tutik, N. 2013. Efektivitas Kombinasi Salvinia molesta dengan Hydrilla verticillata dalam Remediasi Logam Cu pada Limbah Elektroplating. Jurnal Sains dan Seni Pomits. 02 (01) : 240-245.

Hidayati N. 2005. Fitoremediasi dan potensi tumbuhan hiperakumulator. Jurnal Hayati.12 (1) : 35-40.

Luqueno, F.F; Valdez, F. L; Melo, P.G; Suarez, S.L; Gonzalez, E. N. A; Martinez, A. I; Guillermo, M. S. G; Martinez, G. H; Mendoza, R. H; Garza, M. A.A; and Velazquez, I. R. P. 2013. Heavy Metal Pollution in Drinking Water – A Global Risk for Human Health: A review. African Journal of Environment and Technology. 7 (7): 567-584.

Mamaribo, H; Rompas R.J; Kalesaran, O.J. 2015. Deteminasi Kandungan Kadmium (Cd) di Perairan Pantai Malalayang Sekitar Rumah Sakit Prof Kanou Manado. Jurnal Budidaya Perairan. 03 (01): 01. Mardikaningtyas, D.A; Ibrohim, Endang S. 2016. Efektifitas Tanaman Pistia stratiotes dalam Menyerap Logam Berat Kadmium (Cd) yang Terkandung Dalam Limbah Cair Pengolahan Tepung Agar Ditinjau Dari Akumulasi Logam Di Organ Akar dan Daun. Prosiding Seminar Nasional II. hal: 65-76.

Oktavia, Z; Budiyono; Nikie, A.Y.D. 2016. Pengaruh Variasi Lama Kontak Fitoremediasi Tanaman Kiambang (Salvinia Molesta) Terhadap Kadar Kadmium (Cd) Pada Limbah Cair Home Industry Batik “X” Magelang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 04 (05) : 238-246.

Palar H. 2008. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Rineka Cipta. Bandung.

Reeves, R.D. 2003. Tropical Hyperaccumulators of Metals and their Potential for Phytoextraction. Plant and Soil 249 : 57-65.

Sembel, D. T. 2015. Toksikologi Lingkungan. CV. Andi offset. Yogyakarta. Hal: 36, 96,-97, 48-51.

Siswoyo, E. 2006. Fitoremediasi Logam Berat Khrom (Cr) Menggunakan Tanaman Kiapu (Pistia stratiotes). Jurnal Teknik Lingkungan. 1 : 291-300.

Tjahaja, P.I. dan P. Sukmabuana. 2007. Penyerapan 134Cs dari Tanah oleh Tanaman Bunga Matahari (Helianthus annus, Less.). ISSN 14113481. Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri Batan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.