PENGENDALIAN JENIS ASING INVASIF Cecropia peltata MENGGUNAKAN METODE PENEBASAN DAN PENGOLESAN HERBISIDA BERBAHAN AKTIF 2,4-D DIMETIL AMINA DAN TRIKLOPIR

Lia Shoraya Latif, Sri Wiedarti, Atok Subiakto

Abstract


Cecropia peltata merupakan jenis asing invasif yang berasal dari Amerika Selatan. Di mana Jenis Asing Invansif dikenal sebagai spesies tumbuhan yang bukan spesies lokal dapat tumbuh dengan cepat sehingga dapat menjadi populasi yang dominan dibandingkan dengan spesies lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan teknik pengendalian yang efektif dalam mengendalikan penyebaran tumbuhan asing invasif Cecropia peltata. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing-masing per-lakuan diulang sebanyak 3 kali. P1 = Perlakuan kontrol dengan batang ditebas, P2 = Batang ditebas dan diolesi herbisida garlon (Triklopir), P3 = Batang ditebas dan diolesi herbisida lin-domin (2,4-D dimetil amina). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penebasan dan pengolesan herbisida garlon dan lindomin efektif dalam mengendalikan Jenis Asing Invasif Cecropia peltata. Gejala yang tampak terlihat dari batang Cecropia peltata yang menunjukkan warna batang tidak normal dimulai dengan batang coklat kehitaman, batang menghitam, selan-jutnya batang menghitam dan kering menyeluruh.

Full Text:

PDF

References


Adinugraha H.A. dan H. Moko. 2013. Teknik Rejuvenasi Pohon Dalam Pengadaan Bibit Untuk Pem-bangunan Hutan Tanaman, Infor-masi Teknis. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, 4(1), 11-13.

Durner EF. 2013. Principles of horticultural physiology. Guttenberg Press Ltd. India.

Hartmann HT dan Kester DE. 1983. Plant Propagation Principle and Practice. Second Edition. New Jersey : Pren-tice Hall, Inc. Engelwood.

Handayani, W., Benyamin, D. 2015. Struktur dan komposisi tegakan hu-tan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Pros SEM NAS MASY BIODIV INDON, Ciamis. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry, 1(4), 11-15.

Kristanti, I., Noor, A.H., Lina, H. 2013. Op-timasi Konsentrasi 2,4-D, Ba, dan Lama Penyinaran untuk Memacu Regenerasi Tunas dari Kalus Kedelai. Jurnal Biosantifika, 5(1), 51-53.

Lewer P, Owen WJ. 2012. Selective action of the herbicide triclopyr and 2,4-D dimethyl amina. Pest. Biochem Physiol, 6(2), 87-89.

Lok, A.F.S.L., Tan, K.X., Chong, K.Y. 2010. The Distribution and Ecology of Cecropia Species (Urticaceae) in Singapore. Jurnal Nature in Singa-pore, 3(1), 199-209.

Madusari, S. 2016. Efikasi Herbisida 2,4-D dimetil amina dan Triklopir Dalam Pengendalian Gulma Pisang (Musa sp) di Perkebunan Kelapa Sawit. Jurnal Citra Widya Edukasi, 3(1), 69-71.

Radosevich, R.S, Holt, J.S., Ghersa, C.M. 2007. Ecology of Weeds and Inva-sive Plants Relationship to Agicul-ture and Natural Resourches Man-agement. Third Edition. New Jer-sey: John Willey & Sons, Inc.

Suwasono, H. 2012. Hormon Tumbuhan. Rajawali: Jakarta.

Tjitrosoedirdjo, S. 2005. Inventory of The Invasive Alien Plant Species in In-donesia. Jurnal Biotropica, 25(1), 60-73.

Tjitrosoedirjo, S., Titiek, S. 2016 Tum-buhan Invasif dan Pendekatan Pengelolaannya. Bogor: SEAMEO BIOTROP.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.