PENGARUH ORYZALIN TERHADAP TINGKAT PLOIDI TANAMAN JEWAWUT (Setaria italica L.) AKSESI POLMAN KUNING

Diana Hani Andayani, Prasetyorini Prasetyorini, Nuril Hidayati

Abstract


Jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman sejenis sereal yag berpotensi sebagai tanaman pangan alternatif, karena jewawut mengandung karbohidrat dan kandungan gizi yang cukup memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh zat oryzalin terhadap tingkat ploidi tanaman jewawut aksesi polman kuning. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2017 di Rumah Kaca Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Pusat Penelitian Biologi LIPI Cibinong Science Center Bogor. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, dengan 2 faktor yaitu konsentrasi oryzalin (0;5;10;20 Dan 40 ppm) dan periode perendaman (12, 24 dan 48 jam) dengan 3 kali ulangan dan diuji lanjut menggunakan Least Significant Difference (LSD). Parameter yang diamati yaitu laju perkecambahan, jumlah populasi per plot, daya survival, pertumbuhan tanaman, kandungan korofil, jumlah, panjang dan lebar stomata serta tingkat ploidi tanaman jewawut. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan oryzalin belum menunjukan perubahan pada tingkat ploidi dari diploid menjadi tetraploid. Namun sebagian tanaman memiliki hasil mixoploid, dimana mixoploid ini memiliki kecenderungan untuk berkembang menjadi poliploid

Full Text:

PDF

References


Allum, J.F., Bringloe., D.H, Roberts., AV. 2007. Chromosome Doubling in a Rosa rugosa Thunb. Hybrid by Exposure of in Vitro Nodes to Oryzalin: The Effects of Node Length, Oryzalin Concentration and Exposure Time. Plant Cell Rep 26: 1977-1984.

Dunn BL, Lindstrom JT (2007) Oryzalin-Induced Chromosome Doubling In Buddleja to Facilitate Interspecific Hybridization. Hortscience 42:1326–1328

Ermayanti, TM., EA. Hafiizh., AF. Martin. dan DE. Rantau. 2013. Pengaruh Kolkisin Terhadap Pertumbuhan Tunas Artemisia annua L. Secara In Vitro dan Analisis Tingkat Ploidinya. [Prosiding]. Seminar Nasional XXID. Yogyakarta. Hal:513-522.

Lozykowska, K.S. 2003. Determination of The Ploidy Level in Chamomile (Chamomilla recutita (L.) Rausch.) Strains Rich in α-bisabol. J. Appl. Gent. 44(2): 151-155.

Normasiwi, S dan Y.Nurlaeni. 2014. Induksi Poliploidi Tumbuhan Rhodomyrtus tomentosa sal Gunung Tandikat Sumatera Barat Menggunakan Oryzalin. [Prosiding]. Bogor. Hal:565

Nugraha I. 2012. Penggandaan Kromosom Jati (Tectona grandis L.) Dengan Oryzalin Dalam Kultur In Vitro Dan Pendugaan Tingkat Ploidi. [Skripsi]. Bogor : Institut Pertanian Bogor

Poerba, Y.S., Wicaksono., F. Ahmad dan T. Handayani. 2014. Induksi dan Karakterisasi Pisang Mas Lumut Tetraploid. Jurnal Biologi Indonesia. 10(2): 191-200

Randall, A., W.A Qosim., Y. Yuwariah., A. Nuraini., T. Nurmala., A.W Irwan. 2016. Karakterisasi dan Kekerabatan 23 Genotip Jawawut (Setaria italica L. Beauv) yang Ditanam Tumpangsari dengan Ubi Jalar Berdasarkan Karakter Agromorfologi. PANGAN. Vol. 25(1):21-23

Sukamto, LA., F. Ahmad., A.H Wawo. 2010. Pengaruh Oryzalin Terhadap Tingkat Ploidi Tanaman Garut (Maranta arundinacea L.). Bulletin Littro. Vol. 21(2):93-102

Sutjahjo, S.H., A. Maknur., N. Tripudayani dan U. Hafid. 1993. The Induction of Tetraploid Plant on Watermelon (Citrullus lanatus (Thunb.) Manat) With Colchicine. Buletin Agronomi. Vol. 21(1).

Thao, N.T.P., K. Ureshlno., I. Miyajima., Y. Ozaki dan H. Okubo. 2003. Induction of Tetraploids In Ornamental Alocasia Through Colchicine and Oryzalin

Treatments. Plant Cell. Tissue and Organ Culthure. 72: 19-25.

Tuasamu, Yati. 2009. Toleransi Hotong (Setaria italica L. Beauv) pada Berbagai Cekaman Kekeringan: Pendekatan Anatomi dan Fisiologi. [Tesis]. Bogor : Institut Pertanian Bogor Wulansari, A., Martin, A. F., & Ermayanti, T. M. 2016. lnduksi Tanaman Poliploid Talas (Colocasia esculenta L.) dengan Perlakuan Oryzalin secara In Vitro. Jurnal Biologi Indonesia. Vol. 12(2):297-305


Refbacks

  • There are currently no refbacks.