PEMANFAATAN HORMON HIPOTETIK DALAM MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN UMBI SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) PASCA PANEN

Afrilydya Afrilydya, Prasetyorini Prasetyorini, Ismanto Ismanto

Abstract


Pemanfaatan hormon hipotetik dalam memperpanjang umur simpan umbi singkong (manihot esculenta crantz) pasca panen. Penelitian dalam memperpanjang umur simpan umbi singkong (Manihot esculenta Crantz) pasca panen dengan hormon hipotetik di Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Pakuan merupakan salah satu alternatif penanganan pasca panen dalam bidang pertanian dan pemilihan hormon hipotetik ini dapat dikatakan efektif dan efisien dalam aplikasinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas hormon hipotetik pada berbagai konsentrasi dan menentukan konsentrasi efektifnya dalam memperpanjang umur simpan umbi singkong pasca panen. Penelitian ini diawali dengan memilih umbi singkong pasca panen dengan kondisi segar, normal dan bersih kemudian diberi perlakuan hormon hipotetik melalui cara perendaman dan penyemprotan. Konsentrasi hormon hipotetik yang diberikan, yaitu pada perbandingan Auksin (5:0), Sitokinin (0:5), A:S (3,75:1,25), A:S (2,5:2,5) dan A:S (1,25:3,75). Setelah diberi perlakuan, umbi singkong disimpan selama delapan hari dengan rentang pengamatan setiap 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga hari kedelapan umbi singkong yang menggunakan hormon auksin dengan konsentrasi 5 ppm tidak menunjukkan kerusakan pada badan umbi yang ditandai dengan adanya bintik berwarna biru kehitaman.

Full Text:

PDF

References


BALITKABI LITBANG. 2016. Deskripsi Varietas Unggul Ubi Kayu tahun 1978- 2016. Malang: BALITKABI LITBANG. 2. Barrett, Diane. M dan Djoko. S. Damardjati. 1981. Peningkatan Mutu Hasil Ubi Kayu Di Indonesia. Subang: Balai Penelitian Tanaman Pangan Sukamandi. 3. Combs, Mc dan Pope. (1958). Penanganan Pascapanen Ubijalar. Buletin Teknik Sukamandi. No.3 1995. 23-26. 4. Dewi, Intan Ratna A. 2008. Peranan dan Fungsi Fitohormon bagi Pertumbuhan Tanaman. Bandung: Universitas Padjadjaran. 5. Ekodhanto, Franz. 2016. Mengatasi Pembusukan Ubi Kayu, edisi 23 Juli 2016. Hal. 4. Jakarta: Koran Jakarta. 6. Grace, M.R. 1977. Cassava Processing. FAO. Rome. 7. Gunawan, L.W. 1988. Tehnik Kultur Jaringan. Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman. Pusat Antar Universitas (PAU). Institut Pertanian Bogor, Bogor. 8. Ilyas, S. 1980. Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Ikan, Laporan Loka-karya. Jakarta: Lembaga Penelitian Teknologi Perikanan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian RI. 9. Koswara, Sutrisno. 2015. Teknologi Pengolahan Umbiā€Umbian, Bagian 6 Pengolahan Singkong. Bogor: Southeast Asian Food And Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center Research and Community Service Institution IPB. 10. Lingga, Pinus, dkk. 1989. Bertanam Ubiubian. Jakarta: Penebar Swadaya. 11. Mutiarawati, Tino. 2007. Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian. Bandung: Universitas Padjajaran. 12. Salunkhe, D K. 1976. Storage, Processing, and Nutritional Quality of Fruits and Vegetables. United States: CRC Press, Inc. 13. Samad, M. Yusuf. 2006. Pengaruh Penanganan Pasca Panen Terhadap Mutu Komoditas Hortikultura. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 8 (1) 31- 36. Jakarta: Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Agroindustri- BPPT. 14. Setyono, A. dan Suismono. 1989. Cara memperpanjang daya simpan ubikayu segar. Balittan Sukamandi. 17 hlm. 15. Soelistijono, 2006. Tanaman Singkong. Jakarta: Penebar Swadaya. 16. Sutakaria, N. N. 1973. Pengaruh Cara Curing, Suhu Pengeringan dan Penambahan Benzoat Terhadap Mutu Dendeng Sapi (Tesis). Bogor: IPB. 17. Wheatley, C. 1989. Conservation of cassava roots in polithene bags. CIAT. Cali, Colombia. 18. Wijana, S., Nurika I dan Ningsih I. 2011. Analisis Kelayakan Teknis dan Finansial Produksi Tapioka dari Bahan Baku Gaplek pada Skala Industri Kecil Menengah (Studi Kasus di Sentra Produksi Tapioka Kab. Kediri. J urnal Teknologi Pertanian 12 (2) 130-137. 19. Wilson L G, M D Boyette, dan E A Estes. 1995. Postharvest Handling and Cooling of Fresh Fruits, Vegetables, and Flowers for Small Farms. Horticulture Information Leaflet. http://www.ces.ncsu.edu/depts/hort/hil/ pdf/hil-800.pdf. Diakses tanggal 22 Mei 2017. 20. Winarno, F. G., S. Fardiaz dan D. Fardiaz. 1980. Pengantar Teknologi Pangan. Jakarta: PT Gramedia. 21. Zulkarnain. 2007. Regenerasi Tanaman Nenas (Ananas comosus (L.). Merr.) dari Tunas Aksilar Mahkota Buah. J. Agroland. (14)1:1-5


Refbacks

  • There are currently no refbacks.