KEANEKARAGAMAN CAPUNG (ODONATA) SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS LINGKUNGAN DI KAWASAN WANA WISATA CANGKUANG SUKABUMI, JAWA BARAT

Fitri Wahyuni, Moerfiah Moerfiah, Sri Wiedarti

Abstract


Capung di alam berperan sebagai predator, baik nimfa maupun dewasa. Capung dapat dimanfaatkan sebagai bioindikator ekosistem perairan untuk memantau kualitas air, karena capung tidak dapat hidup di air tercemar, atau yang tidak terdapat tumbuhan. Pengambilan sampel capung dilakukan di dua lokasi yaitu, sungai dan sawah dengan luas masing-masing 100 m2. Capung ditangkap menggunakan jaring serangga selanjutnya dihitung dan diidentifikasi, dilakukan juga pengukuran parameter fisika dan kimia. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks keanekaragaman spesies, indeks kemerataan dan indeks kelimpahan relatif. Capung yang berhasil diidentifikasi terdiri dari 3 famili dan 6 spesies yaitu, Orthetrum sabina (Libellulidae), Orthetrum pruinosum (Libellulidae), Vestalis luctuosa (Calopterygidae), Rhinocypha fenestrata (Ceonagrionidae), Pseudagrion pruinosum (Ceonagrionidae) dan Agriocnemis sp (Ceonagrionidae). Nilai indeks Keanekaragaman tergolong rendah yaitu 1,074 pada lokasi sungai dan 0,6 pada lokasi sawah. Indeks Kemerataan sebesar 0,206 pada lokasi sungai dan 0,144 pada lokasi sawah juga dikatagorikan rendah. Indek kelimpahan relative menunjukkan Capung Orthetrum Sabina memiliki nilai IKR tertinggi yaitu 61,6%. Keanekaragaman jenis yang rendah tidak dipengaruhi oleh kualitas lingkungan di Kawasan Wana Wisata Cangkuang Sukabumi, Jawa Barat.

Full Text:

PDF

References


Ansori, I. 2008. Keanekaragaman Nimfa Odonata (Dragonflies) Di Beberapa Persawahan Sekitar Bandung Jawa Barat. Jurnal Exacta 6(2):42-50.

Aswari, P. 2001. Keanekaragaman Serangga Airdi Taman Nasional Gunung Halimun. Jurnal Berita Biologi 5(6):755-764.

Aswari, P. 2004. Ekologi Capung Jarum Calopterygidae: Neorobasis chinensis dan Vestalis luctuosa di Sungai Cikaniki, Taman Nasional Gunung Halimun. Jurnal Berita Biologi 7(1):57-63.

Herlambang, A.E.N., Hadi, M., Tarwotjo. U. 2016. Struktur Komunitas Capung di Kawasan Wisata Curug Lawe Benowo Ungaran Barat. Jurnal Bioma 18(1):70-78.

Noerdjito, W.A,. Aswari, P., Peggie, D. 2011. Fauna Serangga Gunung Ciremai. LIPI Press. Jakarta.

Noerdjito, W.A., Ubaidillah, R., Sutrisno, H., Peggie, D., Aswari, P. 2010. Dampak Kegiatan Manusia Terhadap Keanekaragaman dan Pola Distribusi Serangga Di Gunung Salak. Pusat Penelitian Biologi LIPI, Bogor.

Nugraha, L.I,. Aunurohim,. Dea. 2012. Makrozoobenthos di Sugai Wonorejo, Surabaya.http://digilib.its.ac.id/public ITS/Undergraduate-31812-Paper 1063557.pdf. Diakses pada tanggal 14 juni 2017 pukul 21:30 WIB

Peraturan Pemerintah nomor 82. 2001. Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air. http://www.kelair.bppt.go.id/Publiasi/ BukuAirLimbahDomestikDKILAMP2 pdf . Diakses pada tanggal 6 juni 2017 pukul 07:28 WIB

Pratiwi, N.T.M., Krisanti, M. 2004. Ayo, Kenali Kualitas Air Sungai di Sekitarmu. P2-Biologi LIPI.

Siwi, S.S. 1991. Kunci Determinasi Serangga. Kasinus. Yogyakarta.

Suriana., Adi, D.A., Hardiyanti, W.O.D. 2014. Inventarisasi Capun (Odonata) di Sekitar Sungai dan Rawa Moramo, Desa Sumber Sari Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Jurnal Biowallacea 1(1):49-62.

Susanti, S. 1998. Seri Panduan Lapangan Mengenal Capung. Puslitbang Biologi -LIPI, Bogor.

Theischinger. 2009. Identification Guide to the Australian Odonata. Department of Environment, Climate Change and Water NSW. Sydney

Wahyudi, H.A. 2016. Sering Terjadi, Pencurian Capung Langka Indonesia Luput Dari Perhatian. Mongabay Indonesia. www.mongabay.co.id. Diakses pada tanggal 10 April 2017 pukul 15:45 WIB.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.