RESPON PERTUMBUHAN BEBERAPA VARIETAS TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) TERHADAP PENGGUNAAN BAKTERI ENDOFIT Bacillus subtilis

Arfa Ul Hikmah, Prasetyorini Prasetyorini, Endang Hadipoentyanti

Abstract


Komoditas nilam merupakan salah satu sumber ekspor minyak atsiri Indonesia, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi nilam harus terus ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan suatu formulasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman nilam tetapi juga bersifat alami agar tidak menimbulkan pencemaran. Salah satu yang formulasi yang dapat digunakan dalam memacu pertumbuhan tanaman adalah hormon, Hormon pertumbuhan tanaman, selain diproduksi sendiri oleh tanaman dapat pula diperoleh dari bakteri endofit. Bakteri endofit Bacillus subtilis diduga dapat menghasilkan hormon Indole Acetic Acid (IAA) yang dapat memacu pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, penggunaan bakteri endofit Bacillus subtilis memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tinggi, jumlah tunas, berat kering akar dan diameter batang pada Nilam Varietas Patchoulina 2. Pertumbuhan panjang akar, dan berat basah akar pada Nilam Varietas Patchoulina 1, serta memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun dan jumlah cabang pada nilam varietas Sidikalang.

Full Text:

PDF

References


Amalia. 2011. Karakteristik Tanaman Nilam di Indonesia. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat : Bogor.

Chrisnawati, Nasrun, dan Triwidodo Arwiyanto. 2009. Pengendalian Penyakit Layu Bakteri Nilam Menggunakan Bacillus spp dan Pseudomonas flurosent. Jurnal Littri vol 15(3). Solok.

Gardner, Franklin P, dkk. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia. UI Press. Jakarta.

Gusmaini, Sandra Arifin Aziz, Abdul Munif, Didi Soepandy, dan Nurliani. 2013. “Potensi Bakteri Endofit dalam Upaya Meningkatkan Pertumbuhan, Produksi, dan Kandungan Andrografolid pada Tanaman

Sambiloto”. Jurnal LITTRI BALITTRO. 19(4) Hal 167-177.

Hadipoentyanti, E. 2014. Patchoulina Nilam Unggul Toleran Layu Bakteri. WARTA Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor. Vol 36 (5). 18 Hal.

Harjadi, M.M.Sri Setyati. 1993. Pengantar Agronomi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Haryudin, W dan Sri Suhesti. 2014. Karakteristik Morfologi, Produksi dan Mutu 15Aksesi Nilam. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Balitbangtan. Vol 25(1). Bogor

Haryudin, W dan Sri Suhesti. 2014. Karakter Morfologi, Hasil dan Mutu Lima Aksesi Nilam di Tiga Agroekologi. Informatika Pertanian. Balitbangtan Vol 23(1). Bogor

Reiter B, Pfeifer U, Schwab H, Sessitsch A. 2002. Response of endophytic bacterial communities in potato plants to infection with Erwinia carotovora subsp. atroseptica. Appl Environ Microbiol. 68:2261–2268. DOI: http://dx.doi.org/10. 1128/AEM.68.5.2261-2268.2002.

Sitompul, S. M. dan B. Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta, hal. 24.

Soesanto, L. 2008. Pengantar Pengendalian Hayati Penyakit Tanaman. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta. 574 hlm.

Thakuria D, Talukdar Nc, Goswami C, Hazarika S, Boro Rc. 2004. Characterization and screening of bacteria from rhizosphere of rice grown in acidic soils of Assam. Current Science. 86:978-985.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.