PEMANFAATAN ABU PELEPAH KELAPA SEBAGAI PENGGANTI BORAKS DALAM TEKNIK TAKSIDERMI MENCIT (Mus musculus)

Rahmatulloh Rahmatulloh, Mulyati Effendi, Triastinurmiatiningsih Triastinurmiatiningsih

Abstract


Penggunaan boraks dalam bentuk serbuk dalam pembuatan taksidermi dapat mengakibatkan kanker paru-paru apabila sering terhirup pada saat penaburan pada hewan yang telah dikuliti atau dibedah. Alternatif pemilihan bahan pengawet yaitu bahan alami, salah satunya adalah abu pelepah kelapa. Kandungan garam yang terdapat pada abu pelepah kelapa yaitu MgCl2 dan KCl. Kedua kandungan garam ini berperan sebagai antimikroba. Perlakuan dalam penelitian ini meliputi P1 (100% boraks), P2 (100% abu pelepah kelapa), dan P3 (50% boraks + 50% abu pelepah kelapa). Parameter yang diamati yaitu pengamatan tekstur kulit dan bulu serta aroma. Untuk mengamati perubahan tekstur kulit, bulu, serta aroma yang terjadi, dilakukan oleh 20 orang panelis yang umur dan pengetahuannya relatif sama. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan 6 kali pengulangan, serta uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Pemberian abu pelepah kelapa dan boraks, serta kombinasi keduanya relatif sama pengaruhnya terhadap tekstur kulit, bulu serta aroma pada taksidermi mencit (Mus musculus). Maka dari itu, abu pelepah kelapa dapat dijadikan alternatif pemilihan bahan pengawet alami pembuatan taksidermi.

Full Text:

PDF

References


Hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan :

Pemberian abu pelepah kelapa dan boraks, serta kombinasi keduanya relatif sama pengaruhnya terhadap tekstur kulit, bulu serta aroma pada taksidermi mencit (Mus musculus).

Abu pelepah kelapa dapat dijadikan alternatif pemilihan

bahan pengawet alami pembuatan taksidermi.

Saran

Untuk mengembangkan fungsi dari abu pelepah kelapa, maka disarankan penelitian selanjutnya yaitu mengadakan penelitian lebih lanjut tentang perbedaan pengaruh abu pelepah kelapa yang berada di pesisir pantai dan kebun sebagai bahan pengawet alami

DAFTAR PUSTAKA

Aminah R, Adimunca A, Sihombing M, Nainggolan O, Tuminah S. 2004. Pengembangan Model Kesehatan Koloni Tikus dan Mencit Percobaan Ditinjau dari Aspek Hematologis, Parasitologis, Bakteriologis (Patogen) dan Histologis. Jakarta. Badan Litbangkes.

Barri dan L. Abner, 2002. Petunjuk teknis budidaya tanaman kelapa Dalam (cocos nusifera).Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain. Cetakan ketiga 2002

Fahmi A, 2012. Kadar Protein dan Kalsium pada Ikan Teri Asin Hasil Pengasinan dari abu Pelepah Kelapa. Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Giguere S, Prescott Jf, Dowling PM. 2013. Antimicribial Theraphy in Veterinary Medicine. Edisi ke-5. USA. Willey blackwell.

Imee SP, Devi N, Indra C. 2012. Analisis Kandungan Boraks pada Roti Tawar yang Bermerek dan yang tidak Bermerek yang Dijual di Kelurahan Padang Bulan Kota Medan Tahun 2012. Departemen Kesehatan Lingkungan. Universitas Sumatera utara.

Indra T, Gayatri C, Fatimawal. 2013. Identifikasi dan Penetapan Kadar Boraks dalam Bakso Jajanan di Kota Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 04. ISSN 2302 - 2493

Irham F, Elfira RP, Niar. 2016. Uji Kandungan Boraks pada Pempek Lenjer yang dijual di Kelurahan Pahlawan. Jurnal Biota. Vol 2 (2).

Pudjiadi. 1993. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia.

Robby F. 2007. Asinkan Telur Nenek Moyang.www.dikmenum.go.id/berita. Dikutip pada tanggal 23 November.

Rois A. 2010. Uji Organoleptik dan Keawetan Ikan Teri Hasil Pengasinan Menggunakan garam MgCl2 dan KCl. Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Setyamidjaja D. 1993. Bertanam Kelapa.Yogyakarta: Kanisius.

Setyamidjaja D. 1994. Bertanam Kelapa Hibrida. Yogyakarta: Kanisius.

Tjitrosoepomo G. 1993. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Winarno. 2007. Analisis Laboratorium. Bogor: M.Brio-Press.

Winarno. 1997. Pengantar Teknologi Pangan. Jakarta: Gramedia Pusaka Utama.

Winker, Kevin, 2000. Obtaining, Preserving, and Preparing Birds Specimen. Journal of Field Ornithology. Vol.71, No 2


Refbacks

  • There are currently no refbacks.