UJI KINETIKA ANTIFUNGI FRAKSI PEPTIDA SUSU KUDA SUMBAWA TERHADAP Candida albicans

Manal Manal, Oom Komala, Eni Kusumaningtyas

Abstract


Candida telah muncul sebagai salah satu infeksi nosokomial yang paling penting di seluruh dunia. Paling sedikit 70% infeksi Candida pada manusia disebabkan oleh Candida albicans. Penggunaan obat-obat antifungi yang tersedia secara komersial sering menimbulkan banyak masalah seperti adanya efek samping yang serius, resistensi, aturan pakai yang menyulitkan, dan perlunya pengawasan dokter. Pada hasil uji sebelumnya, diketahui bahwa fraksi 3-10 kDa hidrolisat kasein dan whey selama 60 menit mempunyai aktivitas anti Candida albicans yang paling tinggi pada 2 jam inkubasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui periode waktu tercepat fraksi peptida yang mampu membunuh Candida albicans. Metode yang digunakan adalah hidrolisis, fraksinasi, uji kadar protein fraksi peptida 3-10 kDa dan uji kinetika fraksi peptida 3-10 kDa. Hasil penelitian diketahui bahwa fraksi peptida kasein dan whey mampu membunuh sel Candida albicans secara efektif pada menit ke- 60. Kadar protein fraksi peptida whey dan kasein dalam penelitian ini adalah 0.35 mg/ml dan 0.348 mg/ml, yang mempunyai aktivitas setara dengan Nystatin 100.000 IU.

Full Text:

PDF

References


Anaissie, E.J. 2007. The Changing Epidemiology of Candida Infection. Available from URL : http://www.medscape.com/viewprogram/7208_pnt. hal 2-6; 10-15.

Astuti, O.R. 2012. Uji Daya Antifungi Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav) Terhadap Candida Albicans Atcc 10231 Secara In Vitro. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

Brogden, K.A. 2005. Antimicrobial peptides: Pore formers or metabolic inhibitors in bacteria. Nature Reviews Microbiology 3: 238-250.

Fitri, N. 2012. Antimicrobial Peptides sebagai Obat Alternatif pada Resistensi Antibiotik. Jurnal Kefarmasian Indonesia. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Litbang Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. vol 2(2) : 62-67.

Gholib, D. 2009. Uji Daya Hambat Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) terhadap Trichophyton mentagrophytes dan Candida albicans. Berita Biologi. Balai Besar Penelitian Veteriner Bogo, 9(5).

Giuliani, A., Pirri, G., Nicoletto, S.F. 2007. Antimicrobial peptides: an overview of a promising class of therapeutics. CEJB: 2(1): 1–33.

Hancock, R.E., Sahl, H.G. 2006. Antimicrobial and host-defense Peptides as New Anti Infective Therapeutic Strategies. Nat Biotechnol 24, 1551-1557.

Hermawati, D. 2004. Kajian Aktivitas dan Karakteristik Senyawa Antimikroba dari Susu Kuda Sumbawa. Disertasi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Jenssen, H. 2007. Antimikrobial Activity of Lactoferrin and Lactoferrin Derived Peptides. In: Dietary Protein Research Trends. Canada.

Lum, K.Y., Le, C.F., Lee V.S., Sabri, N.H. 2015. Activity of Novel Synthetic Peptides againts Candida albicans. Kuala Kumpur.

Medicago, A.B. 2010. Phosphate Buffered Saline Spesification Sheet. hlm 247.

Neldawati., Ratnawulan., Gusnedi. 2013. Analisis Nilai Absorbansi dalam Penentuan Kadar Flavonoid untuk Berbagai Jenis Daun Tanaman Obat. Pillar of Physics, (2): 76-83. Jurusan Fisika, Universitas Negeri Padang.

Pelczar, M.J., E.C.S. Chan. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Penerjemah : Ratna Siri Hadioetomo, Cetakan 1&2. Jakarta: Universitas Indonesia.

Saleh, E. Dasar Pengolahan Susu dan Hasil Ikutan Ternak. Program Studi Produksi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Semis, R., Kagan, S., Berdicevsky, I., Polacheck, I., Segal, E. 2013. Mechanism of activity and toxicity of Nystatin-Intralipid. Journal. Med Mycol. 51 (4): 422-431.

Shagaghi, N., Bhave, M., Palombo, EA., Clayton, AHA. 2017. Revealing the sequence of interactions of PuroA peptide with Candida albicans cells by live-cell imaging. Journal.

Simatupang, M.M. 2009. Candida albicans. Departemen Mirobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Medan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.