PENERAPAN QUALITY CONTROL YANG TEPAT PADA PT. INDONESIA - BEKASI

Muhammad Raflisyah, Tutus Rully, Eka Patra, Dicky Firmansyah

Abstract


Untuk mengetahui Quality Control (pengawasan produk) PT. Panasonic Health Care Menyimpulkan Quality
Control yang tepat pada PT. Panasonic Helath Care
Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kegagalan kualitas pada produk kesehatan yang di
produksi oleh PT. Panasonic Health Care dan menanggulangan permasalahan tersebut
Perkembangan teknologi saat ini semakin pesat, khususnya di bidang industri. Meningkatnya keperluan
masyarakat dalam menggunakan alat kesehatan untuk dapat Mendiagnosis penyakit tertentu pada pasien, Merawat
dan menyembuhkan penyakit, Mendukung dan mempertahankan hidup pasien, membuat permintaan terhadap alat
kesehatan meningkat Telah terjadinya wabah COVID-19 di Indonesia yang masuk di Indonesia pada tanggal 2 maret
2020. Awalnya Indonesia yang mengandalkan Ventilator buatan luar negri, karna kuranganya Alkes Ventilator maka
dari itu tercipta Vent-I karya anak bangsa dan diproduksi oleh PT. PHC Indonesia dan disebarkan kebeberapa
provinsi di Indonesia
Jenis penelitian yang di ambil adalah Deskriptif (Eksprolatif) dan juga menggunakan metode penelitan
sejarah dari suatu perusahaan metode, dengan menggunakan metode penelitian yaitu Statistical Quality Control
(SQC) dengan mengelola data-data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Bapak Imam Pramudya sekalu
Human Resouces Manager. Pengumpulan data menggunakan dilakukan melalui Wawancara, Observasi,
Dokumentasi terhadap perusahaan. Dengan menggunakan metode analisis Check Sheet, P-chart, Diagram Sebab
– Akibat, Metode Kayzen
Berdasarkan hasil analisis bahwasannya produk yang rusak pada PT. PHC Indonesia masih dalam kategori
aman dikarnakan hasil angka analisis tidak ada yang melewati angka standar mutu yang ditentukan perusahaan,
dengan Dengan angka persentase kerusakaan terbesar terjadi pada bulan Maret 0.00595238, angka Upper Control
Limit terbesar terjadi pada bulan Maret 0.0078405, dan angka Lower Control Limit terbesar terjadi pada bulan Juni -
0.00076563, namun masih ada yang mendekati batas standar mutu yang ditentukan oleh perusahaan. Dengan demikian
apabila hal ini sering terjadi mengakibatkan kerugian yang akan dialami oleh perusahaan karna terjadi pemborosan
biaya produksi, maka dari itu perusahaan harus menentukan metode Quality Control yang tepat guna membantu
pengendalian kualitas produk dan mengurangi bahkan menghilangkan produk yang rusak


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.